Si Bisu yang Berbicara


Bukan hening,

ketika mulutmu melumat abjad

pada lembar usang sehabis senja

ataupun saat fajar mengumbar merah.

Namun, telingamu tumbang

tak ada kata yang terdengar

selain dari liangmu yang sumbang

 

Ia tampak bungkam

sebagai kalam, ia tersuruk kelam

tenggelam dalam bayang-bayang hitam

tersudut pada rongga paling suram

 

Kau tahu,

dalam diam, ia lantang meneriakkan kebenaran

memuat puja paling mujarab

telaga di tengah bengis antero jagat

 

Karena itu, aku mengabdi padanya

mengangguk pada tiap suara

yang keluar dari kebisuannya

 

Totale, Juni 2022

 

(Dimuat di media online: ideide.id pada tanggal 28 Juni 2022)
 

Posting Komentar

0 Komentar